Lebih dari 18 Juta SPT Sudah Masuk Sistem DJP: Apa Artinya Bagi Wajib Pajak?

Lebih dari 18 Juta SPT Sudah Masuk Sistem DJP: Apa Artinya Bagi Wajib Pajak? - Pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan merupakan salah satu kewajiban perpajakan yang harus dipenuhi oleh wajib pajak baik orang pribadi maupun badan. SPT Tahunan berisi informasi mengenai penghasilan, pengurangan, dan perhitungan pajak yang terutang atau lebih bayar selama satu tahun pajak. SPT Tahunan harus disampaikan kepada Direktorat Jenderal Pajak (DJP) paling lambat pada tanggal 31 Maret untuk wajib pajak orang pribadi dan 30 April untuk wajib pajak badan.

Dalam artikel ini, kita akan membahas tentang data terbaru DJP mengenai jumlah SPT Tahunan yang sudah masuk ke sistem DJP hingga akhir Maret 2021. Kita juga akan menjawab beberapa pertanyaan yang sering ditanyakan oleh wajib pajak terkait dengan pelaporan SPT Tahunan, seperti cara melapor, sanksi keterlambatan, dan manfaat pelaporan SPT Tahunan. Selain itu, kita akan memberikan beberapa tips dan saran untuk wajib pajak agar dapat melaporkan SPT Tahunan dengan tepat dan mudah.

Lebih dari 18 Juta SPT Sudah Masuk Sistem DJP

Lebih dari 18 Juta SPT Sudah Masuk Sistem DJP
Lebih dari 18 Juta SPT Sudah Masuk Sistem DJP
bing.net webmasters.googleblog.com Mister Geko Grogol Inc

Berdasarkan data DJP per 31 Maret 2021, jumlah SPT Tahunan yang sudah masuk ke sistem DJP mencapai 18.016.055 SPT. Jumlah ini meningkat 48% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang hanya terkumpul 12.166.563 SPT. Dari jumlah tersebut, sebanyak 17.146.030 SPT berasal dari wajib pajak orang pribadi dan 870.025 SPT berasal dari wajib pajak badan.

Peningkatan jumlah pelaporan SPT Tahunan ini menunjukkan bahwa kesadaran dan kepatuhan wajib pajak terhadap kewajiban perpajakan semakin meningkat. Hal ini juga didorong oleh kemudahan dan keamanan dalam melaporkan SPT Tahunan secara online melalui e-filing, e-form, atau e-SPT. Dari data DJP, sebanyak 94% atau 16.948.566 SPT disampaikan secara online, sedangkan sisanya sebanyak 6% atau 1.067.489 SPT disampaikan secara manual.

DJP mengapresiasi wajib pajak yang telah melaporkan SPT Tahunan tepat waktu dan mengimbau wajib pajak yang belum melaporkan untuk segera melaporkannya agar tidak dikenakan sanksi administrasi berupa denda Rp100.000,- per SPT yang terlambat disampaikan. DJP juga menyediakan berbagai layanan dan fasilitas bagi wajib pajak yang membutuhkan bantuan atau informasi terkait dengan pelaporan SPT Tahunan.

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

Bagaimana cara melaporkan SPT Tahunan secara online?

Ada tiga cara untuk melaporkan SPT Tahunan secara online, yaitu:

  • e-filing: melalui situs https://djponline.pajak.go.id/account/login dengan menggunakan akun DJP Online. Wajib pajak harus mengisi formulir SPT Tahunan secara online dan mengunggah bukti potong atau bukti pemotongan pajak (jika ada). Setelah selesai, wajib pajak akan mendapatkan tanda terima elektronik (e-Bupot) sebagai bukti penyampaian SPT Tahunan.
  • e-form: melalui situs https://efiling.pajak.go.id tanpa menggunakan akun DJP Online. Wajib pajak harus mengunduh dan mengisi formulir SPT Tahunan dalam bentuk file PDF dan mengunggahnya kembali ke situs tersebut. Wajib pajak juga harus mengunggah bukti potong atau bukti pemotongan pajak (jika ada). Setelah selesai, wajib pajak akan mendapatkan e-Bupot sebagai bukti penyampaian SPT Tahunan.
  • e-SPT: melalui aplikasi e-SPT yang dapat diunduh dari situs https://www.pajak.go.id/id/aplikasi-e-spt. Wajib pajak harus menginstal aplikasi e-SPT di komputer atau laptop dan mengisi formulir SPT Tahunan dalam bentuk file XML. Wajib pajak juga harus menyertakan bukti potong atau bukti pemotongan pajak (jika ada) dalam bentuk file PDF. Setelah selesai, wajib pajak harus mengunggah file XML dan file PDF ke situs e-filing atau e-form dan akan mendapatkan e-Bupot sebagai bukti penyampaian SPT Tahunan.

Apa yang harus dilakukan jika lupa password atau username DJP Online?

Jika lupa password atau username DJP Online, wajib pajak dapat melakukan reset password atau username dengan cara sebagai berikut:

  • Masuk ke situs https://djponline.pajak.go.id/account/login dan klik "Lupa Password" atau "Lupa Username".
  • Masukkan alamat email yang terdaftar di DJP Online dan klik "Kirim".
  • Buka email dari DJP Online dan klik link yang diberikan untuk melakukan reset password atau username.
  • Masukkan password atau username baru dan klik "Simpan".
  • Password atau username DJP Online berhasil direset dan dapat digunakan untuk login kembali.

Bagaimana cara mengecek status penyampaian SPT Tahunan?

Untuk mengecek status penyampaian SPT Tahunan, wajib pajak dapat melakukan hal-hal berikut:

  • Masuk ke situs https://djponline.pajak.go.id/account/login dengan menggunakan akun DJP Online.
  • Pilih menu "SPT" dan klik "Daftar SPT".
  • Pilih tahun pajak dan jenis SPT yang ingin dicek statusnya.
  • Lihat kolom "Status" untuk mengetahui apakah SPT sudah diterima, ditolak, atau masih dalam proses oleh DJP.
  • Jika SPT sudah diterima, wajib pajak dapat mengunduh e-Bupot sebagai bukti penyampaian SPT Tahunan.

Jika SPT ditolak, wajib pajak harus memperbaiki kesalahan yang menyebabkan penolakan dan menyampaikan kembali SPT Tahunan. Jika SPT masih dalam proses, wajib pajak harus menunggu hingga SPT diterima atau ditolak oleh DJP.

Apa manfaat melaporkan SPT Tahunan?

Melaporkan SPT Tahunan memiliki beberapa manfaat, antara lain:

  • Memenuhi kewajiban perpajakan sesuai dengan ketentuan undang-undang dan menghindari sanksi administrasi.
  • Mendapatkan hak-hak perpajakan, seperti pengembalian pajak lebih bayar, pengurangan pajak, kredit pajak, atau fasilitas perpajakan lainnya.
  • Menjaga rekam jejak perpajakan yang baik dan memudahkan dalam mengurus perizinan usaha, kredit bank, beasiswa, visa, dan lain-lain.
  • Mendukung pembangunan negara melalui kontribusi pajak yang digunakan untuk membiayai berbagai program pemerintah di bidang kesehatan, pendidikan, infrastruktur, dan sebagainya.
  • Menyadari potensi dan kinerja usaha melalui laporan keuangan yang disajikan dalam SPT Tahunan.

Apa yang harus diperhatikan saat melaporkan SPT Tahunan?

Beberapa hal yang harus diperhatikan saat melaporkan SPT Tahunan adalah:

  • Memilih jenis SPT yang sesuai dengan status dan sumber penghasilan wajib pajak. Ada empat jenis SPT Tahunan orang pribadi, yaitu SPT 1770 SS, SPT 1770 S, SPT 1770, dan SPT 1771. Ada juga satu jenis SPT Tahunan badan, yaitu SPT 1771.
  • Mengisi formulir SPT dengan lengkap, benar, dan jelas. Pastikan semua data pribadi, data penghasilan, data pengurangan, data perhitungan pajak, dan data lainnya sesuai dengan bukti-bukti yang ada. Jangan lupa untuk menandatangani formulir SPT sebelum disampaikan.
  • Menyertakan lampiran-lampiran yang diperlukan, seperti bukti potong atau bukti pemotongan pajak, laporan keuangan (untuk wajib pajak badan), surat kuasa (jika menggunakan jasa konsultan pajak), dan lain-lain. Lampiran-lampiran ini harus disesuaikan dengan format yang ditentukan oleh DJP.
  • Menyimpan bukti penyampaian SPT Tahunan berupa e-Bupot atau tanda terima manual. Bukti penyampaian ini dapat digunakan sebagai alat bukti hukum jika terjadi sengketa atau keberatan terhadap ketetapan pajak oleh DJP.
  • Membayar pajak kurang bayar (jika ada) sesuai dengan jumlah yang tercantum dalam SPT Tahunan. Pembayaran pajak dapat dilakukan melalui bank persepsi atau aplikasi pembayaran online yang bekerja sama dengan DJP. Jangan lupa untuk menyimpan bukti pembayaran pajak sebagai alat bukti pelunasan pajak.

Kesimpulan

Pelaporan SPT Tahunan adalah kewajiban perpajakan yang harus dipenuhi oleh wajib pajak setiap tahunnya. DJP mencatat bahwa jumlah pelaporan SPT Tahunan hingga akhir Maret 2021 mencapai 18 juta SPT, yang menunjukkan peningkatan kepatuhan wajib pajak. Pelaporan SPT Tahunan dapat dilakukan secara online maupun manual, dengan memperhatikan jenis SPT, formulir SPT, lampiran SPT, bukti penyampaian SPT, dan pembayaran pajak. Pelaporan SPT Tahunan memiliki berbagai manfaat, baik bagi wajib pajak maupun bagi negara.

Demikian artikel ini dibuat untuk memberikan informasi mengenai pelaporan SPT Tahunan. Semoga artikel ini bermanfaat dan dapat membantu wajib pajak dalam melaporkan SPT Tahunan dengan tepat dan mudah. Terima kasih telah membaca artikel ini.

Video Lebih dari 18 Juta SPT Sudah Masuk Sistem DJP: Apa Artinya Bagi Wajib Pajak?

Ada pertanyaan? Diskusikan dengan penulis atau pengguna lain
Tautan disalin ke papan klip!